Nutrisi > Nutrisi Umum

Wagyu, Rajanya Daging Sapi

Wagyu, Rajanya Daging Sapi
-
Keistimewaan wagyu yang berarti daging sapi Jepang ini telah dimulai sejak masa hidupnya atau sebelum sapi dipotong.

Semasa hidupnya, sapi tak hanya makan rumput dan biji-bijian bernutrisi seperti jagung, gandum dan barley. Tapi, sapi juga diberi vitamin A, B, E dan kalsium. Sapi juga diberi berbagai vitamin dan nutrisi penting lain agar kesehatannya maksimal.

Saat akan dipotong, sapi akan dikondisikan dalam keadaan relaks dan dihindarkan dari stres. Tujuannya, agar otot-otot sapi tidak keras dan tekstur daging lebih lembut.

Mengandung lemak tak jenuh lebih banyak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Washington State University menemukan bahwa wagyu mengandung lemak tak jenuh dua kali lipat lebih banyak dibandingkan daging sapi lainnya. Lemak tak jenuh ini mempunyai titik lumer  yang lebih rendah daripada lemak jenuh. Itulah sebabnya mengapa wagyu terasa ‘lumer’ di mulut.

Marbling yang lebih berkualitas pada wagyu juga menjadi pembeda yang khas dari daging sapi lainnya. Marbling merupakan lemak yang terdapat di antara serabut otot (intramuscular). Lemak ini berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling juga berpengaruh terhadap citra rasa daging.

Untuk menikmati wagyu, Anda tak perlu jauh-jauh ke Jepang atau Australia. Kini beberapa lifestyle market di Indonesia juga telah menyediakannya. Wagyu dipasarkan berdasarkan grade yang disesuaikan dengan tingkat kerapatan marbling pada daging. Semakin berkualitas marbling pada daging maka semakin dalam pula Anda harus meraih dompet Anda. Untuk grade 9+ (grade tertinggi yang terdapat di Indonesia), Anda bisa menyiapkan dana sekitar Rp 2,2 juta per kilogram.

Baca juga:
Fakta tentang daging merah
Cara tepat mengolah daging merah




    KOMENTAR ANDA



200 karakter tersedia

 
Dengan meng-klik tombol “kirim” berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.

    

Seni Penetrasi

Seni Penetrasi

Di abad ke-7, seorang dokter Cina bernama Li Tung-hsuan Tzu, memberikan sembilan macam penetrasi dalam berbagai kedalaman, arah, maupun kecepatan.